Kamis, 29 April 2021

Pasca Pernyataan Presiden Jokowi, TNI-Polri Serentak Serbu Maskas KKB dan Tewaskan 9 Anggota KKB



PAPUA, MO - Pasca pernyataan Presiden Joko Widodo yang secara lugas dan tegas menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk terus mengejar dan menangkap seluruh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Kemudian secara serentak gabungan TNI-Polri langsung bergerak secara komprehensif menyerbu markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak.

Dalam aksi kontak senjata tersebut, personel gabungan TNI-Polri melumpuhkan sembilan orang dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam penyerangan di Markas Lekagak Telenggen, Kampung Makki, Distrik Ilaga Timur, Kabupaten Puncak, Papua. Sementara baku tembak berlangsung telah memakan waktu hampir satu hari penuh pada Selasa (27/4/2021) kemarin.  

Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Alqudussy saat dikonfirmasi Awak Media membenarkan, tentang peristiwa penyerbuan TNI-Polri ke markas kelompok kriminak bersenjata (KKB) di Puncak, Papua, dan telah menewaskan 9 orang dari pihak KKB.

"Benar.. kemarin ada penindakan penegakan hukum terhadap KKB, tepatnya di markas Olenski, Kampung Maki, Kabupaten Puncak, Papua," ujar Iqbal dalam keterangannya, Rabu (28/4/2021).

Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Alqudussy mengatakan bahwa, "Dalam operasi tersebut, ada sembilan orang anggota KKB yang dilumpuhkan. Sebagian lagi berhasil melarikan diri,"katanya.




Dia menjelaskan, kontak senjata itu berawal dari pengejaran terhadap kelompok tersebut, pasca-teror di Beoga. Aparat langsung melakukan penyerbuan setelah mengetahui lokasi KKB di Olenski.

"Korban KKB 9 orang dan ada di pihak Polri 3 orang, Bharada I Komang Wira Natha meninggal, Bripka Mamat Saifudin luka tembak dan Ipda Anton juga tembak," ungkap Iqbal.

"Setelah penyerbuan tersebut," lanjutnya, "Anggota KKB lari kocar kacir dan muncur sejauh 1,6 Kilometer,"katanya, Diapun menegaskan bahwa TNI-Polri akan terus mengejar dan menangkap anggota KKB.

"TNI-Polri tetap berkomitmen menyelesaikan kasus kekerangan KKB, mengejar dan menangkap, sesuai arahan Presiden Jokowi, tidak ada tempat bagi KKB, baik di Papua dan daerah lain," pungkas Kasatgas Humas Nemangkawi.

(Tnr) MO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


BERITA TERBARU

Pertama Kali Dalam Sejarah Sidang Sengketa PHPU Presiden Bermuatan 'Dissenting Opinion' Diantara Para Hakim di MK

JAKARTA, MO – “Baru hari ini, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan sengketa (PHPU) Pilpres (Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden), ada ...

BERITA TERKINI


PIKIHAN PEMBACA